Mengungkap Jejak Sakkoli, Simpul Sejarah Kerajaan Wajo


Foto : Gambar Ilustrasi 

WAJO – Sakkoli terbentuk dari penyatuan dua kata, yaitu sakke' yang berarti pulih dan oli yang berarti kulit. Dari makna itulah lahir sebuah nama yang menyimpan nilai historis sekaligus menjadi bagian penting dari perjalanan panjang peradaban di Tanah Wajo.

Di tempat ini tersimpan kisah yang telah hidup secara turun-temurun mengenai asal mula kesembuhan We Tadampali, putri Kerajaan Luwu. Dalam cerita rakyat Bugis, We Tadampali diasingkan dari negerinya karena menderita penyakit kulit yang diyakini sebagai kusta. Pengasingan itu kemudian menjadi awal dari sebuah peristiwa yang mengubah perjalanan hidupnya sekaligus menjadi bagian dari sejarah lahirnya Kerajaan Wajo.

Dalam pengembaraannya, We Tadampali dikisahkan tiba di sebuah kawasan yang gersang dan sunyi. Keletihan akibat perjalanan panjang membuatnya jatuh pingsan. Saat itulah seekor kerbau belang datang dan menjilati bagian tubuhnya yang dipenuhi penyakit. Keajaiban pun terjadi. Perlahan penyakit yang dideritanya menghilang hingga sembuh total. Peristiwa itulah yang kemudian dipercaya menjadi asal-usul penamaan Sakkoli, yang secara harfiah dimaknai sebagai "kulit yang pulih".

Kisah We Tadampali tidak berhenti pada kesembuhannya. Dalam berbagai tuturan sejarah dan sastra Bugis, ia kemudian dipersunting oleh seorang pangeran dari Bone. Dari pernikahan tersebut lahir garis keturunan yang kelak menjadi cikal bakal raja-raja di Kerajaan Wajo. Karena itu, Sakkoli bukan hanya dikenal sebagai lokasi penyembuhan We Tadampali, tetapi juga menjadi mata rantai penting dalam narasi sejarah berdirinya Kerajaan Wajo.

Dengan demikian, Sakkoli merupakan bagian integral dari cerita rakyat yang mendahului lahirnya Kerajaan Wajo. Ia bukan sekadar sebuah wilayah, melainkan simpul sejarah yang menyimpan jejak peradaban, identitas, serta nilai-nilai budaya masyarakat Bugis yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Namun, waktu terus bergerak. Generasi silih berganti. Nama Sakkoli masih sering disebut, tetapi makna dan sejarah yang terkandung di dalamnya perlahan mulai memudar di tengah derasnya arus modernisasi. Tidak sedikit generasi muda yang mengenal namanya, tetapi belum memahami kisah besar yang melatarbelakanginya.

Kondisi inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan lahirnya IKWASA (Ikatan Keluarga Wanua Arung Sakkoli). Forum keluarga ini dibentuk sebagai wadah untuk menjaga, merawat, sekaligus menyebarluaskan sejarah serta nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur Wanua Sakkoli.

IKWASA didirikan atas gagasan almarhum Prof. Andi Mappatoba Sila, seorang tokoh yang memiliki perhatian besar terhadap pelestarian sejarah dan budaya Bugis. Melalui organisasi ini, beliau berharap generasi penerus tidak tercerabut dari akar sejarahnya serta mampu mewariskan nilai-nilai budaya kepada anak cucu di masa mendatang.

Meski keberadaannya tidak banyak terekspos di ruang publik, IKWASA diharapkan tetap menjadi organisasi keluarga yang konsisten menjaga pesan-pesan leluhur, memperkuat ikatan kekeluargaan, serta ikut merawat peradaban yang telah dibangun sejak ratusan tahun silam.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Wajo juga diharapkan dapat kembali menengok jejak-jejak sejarah yang menjadi fondasi lahirnya daerah ini. Upaya pelestarian situs sejarah, penguatan literasi budaya, hingga pengakuan terhadap komunitas-komunitas pelestari sejarah merupakan langkah penting agar nilai-nilai warisan leluhur tidak hilang ditelan zaman.

Meskipun saat ini IKWASA tidak sepopuler forum keluarga lainnya, organisasi ini tetap memiliki posisi yang tidak dapat dipisahkan dari akar sejarah Wajo. Keberadaannya layak mendapat ruang dalam berbagai forum kebudayaan maupun tudang sipulung sebagai media bermusyawarah untuk merumuskan langkah bersama dalam menjaga warisan sejarah dan budaya.

Pada akhirnya, menjaga sejarah bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga memastikan identitas sebuah daerah tetap hidup di tengah perubahan zaman. Sebab, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya, sementara daerah yang kuat adalah daerah yang tidak pernah melupakan akar budayanya.

Sakkoli adalah saksi bisu perjalanan peradaban. Kisahnya bukan sekadar legenda, melainkan warisan yang membentuk jati diri masyarakat Wajo. Sudah sepatutnya sejarah tersebut terus dirawat, dikenalkan kepada generasi muda, serta dijadikan inspirasi untuk membangun masa depan tanpa kehilangan jejak masa lalu.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar